Motivation Letter
Peringatan, apa yang akan anda baca mungkin akan membuat anda memikirkan kembali tentang hidup anda, dimohon untuk membaca dengan bijak.
Ini adalah cerita dari aku, yang mungkin akan membuang-buang waktu kalian. Tapi, tidak ada salahnya untuk berhenti sejenak dari rutinitas kalian untuk sekedar duduk, beristirahat dan membaca cerita ini.
Beberapa orang yang sudah mengenalku lama, mereka akan melihatku sebagai orang yang 'bodoh amat' dan itu benar. Tapi untuk sedikit orang yang sudah mengenalku lebih jauh, mereka tidak akan tahu, ada saat dimana aku 'telihat bodoh amat'. Sebenarnya aku sama saja, memiliki masalah yang sama seperti kebanyakan perempuan seumuranku. Ada saat dimana aku tidak bisa memahami diriku sendiri, tidak bisa menyayangi diriku sendiri dan bahkan tidak bisa menerima diriku apa adanya.
Sebenarnya apa? Apa yang membuat aku tidak bisa menyayangi diriku sendiri, apa yang membuat aku tidak bisa memahami diriku sendiri, apa yang membuat aku tidak bisa menerima diriku sendiri?. Awalnya aku memiliki jawaban untuk pertanyaan ini. Aku tidak cukup baik, aku tidak cukup pintar, aku pendek, aku gemuk, aku berjerawat, aku tidak mempunyai mata yang indah, aku tidak mempunyai kelebihan, aku buruk di semua bidang, aku tidak berguna. Tapi aku mulai berfikir, apakah ini jawaban yang benar?
Aku berusaha membuat diriku lebih baik agar semua alasan itu menghilang. Tapi, pada akhirnya aku berada dalam ketidak puasan yang tak berujung. Aku semakin tidak memahami diriku sendiri. Aku mulai memaksa diriku untuk menjadi 'lebih baik'. Aku ingin menjadi seperti 'mereka'. Aku mulai menetapkan standar-standar aneh untuk diriku sendiri hingga aku mulai kehilangan diriku sendiri.
Aku mulai mencari-cari jawaban ini kepada orang lain, bagaimana mereka bisa memahami diri mereka? Bagaimana mereka bisa menerima diri mereka? Bagaimana mereka bisa menyayangi diri mereka sendiri?. Lalu aku mulai menebak jawaban dari pertanyaan itu. "dia cantik, dia mempunyai banyak teman yang mendukung, dia mempunyai keluarga yang selalu memperhatikan dia, banyak orang menyayanginya, jadi dia bisa menyayangi dirinya sendiri. Aku mau jadi seperti dia." Atau mungkin "Dia tinggi, baik, pintar, mempunyai banyak prestasi, dia bisa sukses, pertemanan yang luas, tidak ada yang perlu tidak di terima. Aku juga mau seperti dia, aku seharusnya bisa seperti dia". Semakin hari aku semakin memikirkan bagaimana 'aku seharusnya'.
Hingga suatu hari aku melihat sebuah video, dalam video itu seseorang berkata "we are all just human being, we are never gonna be perfect, but I think that imperfection is the perfection of a human beings" - YoungK Day6. Ketidaksempurnaan merupakan kesempurnaan dari seorang manusia. Sejak saat itu aku mulai menghilangkan semua pertanyaan yang membuatku tidak berhenti merubah diriku agar bisa menjadi seperti orang lain.
Perlahan aku mulai bisa menerima diriku sendiri, aku tidak lagi merubah diriku demi orang lain. Jika aku ingin berubah menjadi baik, aku akan berubah menjadi diriku yang lebih baik untuk diriku sendiri dan bukan untuk orang lain. Aku dan kamu, kita tidak harus memiliki standar yang sama, aku berhak untuk menentukan standar untuk diriku sendiri. Aku juga berhak untuk memilih tidak menentukan standar untuk diriku sendiri.
Aku mencoba untuk menanyakan kabar pada diriku sendiri "Hai, apakabar?" aku selau berkata "Tidak apa-apa. Semua akan baik-baik saja" pada diriku sendiri dengan penuh ketulusan. Hanya aku yang paling mengerti diriku, hanya aku yang mempunyai kemampuan menyayangi diriku lebih dari siapapun, dan hanya diriku yang bisa menerima aku apa adanya lebih dari siapapun. Sebenarnya aku mempunyai kemampuan itu, sekarang saatnya aku mengeluarkan kemampuan itu, akan aku tunjukkan setidaknya pada diriku sendiri jika aku mampu untuk menyayangi, memahami dan mengerti diriku lebih dari apapun. Nantinya aku tidak akan lagi mendengar pertanyaan-pertanyaan yang bisa membuatku mempertanyakaan keberadaan diriku di dunia ini.
Kita tidak harus memiliki standar, kita tidak perlu membuat diri kita cocok seperti standar apapun di dunia ini. Kita tidak perlu berusaha menjadi 'normal'. Jangan memiliki kekhawatiran berlebih akan diri kalian sendiri. Kalian adalah kalian, jangan berusaha merubah diri kalian hanya karena orang lain. Hanya kalian yang bisa memahami diri kalian sendiri, bagaimana caranya? hanya kalian yang tahu. Terkadang beberapa orang membutuhkan waktu, temasuk waktu untuk menyayangi dan menerima diri kalian sendiri. Apalagi setelah kalian mengalami sesuatu yang membuat kalian membenci dan tidak bisa menerima diri kalian sendiri. Tidak perlu terburu-buru, lakukan dengan perlahan namun pasti. Jangan biarkan oranglain mempengaruhi diri kalian. Dan jangan lupa bahwa kalian sudah melakukan yang terbaik hari ini. Besok kalian akan bisa lebih baik.
Terakhir, aku ingin mengutip apa yang pernah dikatakan Jae dalam sebuah konser "What's beautiful is only beautiful if you want it to be beautiful. So, you choose what's good, you choose what's bad. If you decide that today, no matter what happen it's gonna be a great day, then it's gonna be a great day"
Kira-kira artinya seperti ini :
Apa yang indah hanya akan indah jika anda menginginkanya menjadi indah. Jadi, anda yang menentukan apa yang baik dan apa yang buruk. Jika anda memutuskan bahwa hari ini, tidak peduli apapun yang terjadi akan menjadi hari yang menyenangkan, maka itu akan menjadi hari yang menyenangkan.
Komentar
Posting Komentar