Entah kepan baru kali ini aku merasa tidak ada cahaya dalam hidupku. Oh, bukan, bukan tidak ada, hanya saja aku tidak punya satu cahaya yang seperti cahaya yang kalian punya. Aku punya cahaya yang berarti, tapi aku tak punya cahaya yang seperti kalian punya. Cahaya yang bisa membuat kalian tersenyum, cahaya yang membuat kalian ingin menjadi seseorang yang lebih baik, dan menjaga sikap kalian untuk cahaya itu, cahaya yang menawan, cahaya yang menarik. Sebenarnya aku mempunyai cahaya yang mirip seperti itu, cahaya itu lebih terang, lebih menawan, lebih menarik, lebih menenangkan dan bisa menjadi salah satu alasanku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi tetap saja, aku ingin punya seperti yang kalian punya. Aku ingin punya cahaya itu, walaupun redup, setidaknya aku punya cahaya itu. Iya, cahaya yang seperti itu, yang cukup mudah didapat dan diraih. Kata kalian cahaya itu sangat mudah untuk didapat, walau terkadang sukar diraih. Untuk mendapatkanya saja aku sudah h...
Hai, aku kembali buat typing personal experience lagi. Aku mau berbagi bagaimana lika-liku aku yang awalnya 'bodoh amat' menjadi super insecure dan berujung mencoba kembali 'bodoh amat upgrade ver.' Kembali ke tahun 2012 waktu aku lulus SD dan masuk SMP, aku (merasa) punya kepribadian yang tidak memikirkan apa kata orang. Aku punya prinsip selama aku tidak melukai atau merugikan orang lain, aku tidak peduli bagaimana orang-orang melihat tingkah laku ku. Hal itu terbawa sampai aku lulus dan masuk SMA. Bahkan di kampung juga aku terkenal dengan sikap yang serupa, aku berpakaian senyamanku, bermain dengan laki-laki dan perempuan. Waktu itu bermain bersama lawan jenis bukan hal yang dianggap bagus apalagi untuk anak SMP-SMA. Tapi yaudah mereka teman-temanku, aku bisa bermain dengan siapapun. Aku cukup terkenal sebagai pribadi yang punya banyak teman, baik teman seangkatan, kakak tingkat sampai adik tingkat. Waktu SMP aku juga berkesempatan menjadi perwakilan kota ku untuk ...
Sebelum baca, duduk di posisi yang paling nyaman yuk. Sebenarnya hanya kamu yang mengerti dirimu sendiri. Sebenarnya kamu bisa memilih apa yang baik untukmu apa yang tidak baik untukmu. Sebenarnya kamu adalah seorang pemimpin di kerajaan pikiranmu sendiri. Sebenarnya kamu bisa memilih untuk diam atau berbicara. Tapi. Mungkin kamu perlu seseorang yang lain untuk menemanimu untuk mengerti kamu. Mungkin kamu perlu seseorang yang membantumu tahu apa yang baik dan buruk untuk kamu. Mungkin kamu perlu teman untuk memimpin sebuah kerajaan yang dikuasai oleh pikiran yang terkadang tidak masuk akal. Mungkin kamu juga perlu dia yang bersedia mendengarmu, dan bertanya kepadamu "Hai, apakabar?" Mental health sebenarnya sudah ada dari dahulu, bahkan di indonesia isu tentang kesehatan mental seharusnya bukan menjadi hal yang baru, tapi entah kenapa masalah kesehatan mental ini masih baru diangkat ke publik dan menjadi hal baru yang diperbincangkan banyak...
Komentar
Posting Komentar